Assalamuallaikum warohmatullahi wabarokatuh...
sekedar berbagi untuk perenungan semoga bermanfaat..
Beberapa hari lagi, kawan saya si Fulan genap berusia 38 tahun. Itu berarti jatah hidupnya telah berkurang lagi setahun dibandingkan tahun lalu. Ia lalu mengajak saya untuk merenung. Ia kemudian berandai-andai sebagai berikut :
Andai jatah hidup kita di dunia ini 60 tahun, dengan usia kita saat ini 38 tahun, berarti sisa hidup kita tinggal 22 tahun lagi. Andai jatah hidup kita di dunia ini 50 tahun, berarti sisa hidup kita tinggal 12 tahun lagi. Andai jatah hidup kita di dunia ini 40 tahun, berarti sisa hidup kita di dunia ini tinggal 2 tahun lagi. Bagaimana jika jatah umur kita sudah habis dan besok atau lusa malaikat izrail mencabut nyawa kita?
Duh! Betapa singkatnya hidup 38 tahun. Jika demikian, betapa tidak akan terasa menjalani sisa hidup yang lebih pendek lagi; 22 tahun, 12 tahun, 2 tahun, atau malah cuma dua hari lagi.
Mendengar ‘ocehan’-nya, saya mulai tersentak. Diam-diam, saya pun merenungkan kata katanya. Ia lalu melanjutkan:
Andai selama 38 tahun itu kita tidur selama delapan jam perhari, berarti sepertiga hidup kita hanya dipakai hanya untuk tidur, yakni sekitar 12, 7 tahun. Andai sisa waktu kita perhari tinggal 16 jam itu kita pakai 4 jam untuk nonton teve, ngobrol ngalor-ngidul, santai,dan melakukan hal-hal yang tak berguna, berarti sisa hidup kita perhari tinggal 12 jam, sebab, yang 12 jamnya dipakai untuk tidur dan melakukan hal-hal tadi. Dua belas jam berarti setengah hari. Jika ia dikalikan 38 tahun, berarti 19 tahun (separuh umur kita) hanya dipakai untuk tidur dan melakukan hal-hal yang tak berguna.
Saya makin termenung. Diam-diam saya makin hanyut dalam kontempilasinya. Ia pun bertutur lagi:
Dalam 38 tahun itu ,kita, misalkan, baru mulai bekerja efektif pada usia 25 tahun. Berarti kita sudah bekerja sudah 13 tahun. Jika rata-rata kita bekerja 8 jam perhari, berarti kita sudah menghabiskan waktu kita untuk bekerja 1/3 x 13 tahun = 3,9 tahun. Artinya, dari 38 tahun itu kita menghabiskan total kira-kira 22,9 tahun hanya untuk tidur dan bekerja mencari dunia : termasuk nonton teve, , ngobrol ngalor-ngidul, santai,dan munkin melakukan hal-hal yang tak berguna.
Mari kita bandingkan dengan aktivitas ibadah kita, juga dakwah kita. Andai shalat kita yang lima waktu, ditambah shalat-shalat sunnah,memakan waktu total hanya 1,5 jam perhari. Berarti kita hanya menghabiskan 547 jam pertahun untuk shalat. Itu berarti hanya sekitar 23 hari pertahun. Andai kita baru benar-benar melakukan shalat pada usia 15 tahun (saat mulai baligh). Berarti kta baru menghabiskan waktu 414 hari (=23x18[38-15 ])untuk shalat. Artinya selama 38 tahun, kita menunaikan shalat hanya 1 tahun 49 hari!
Bagaimana dengan akivitas dakwah kita? Andai dakwah kita baru kita mulai pada usia 20 tahun dan hanya memakan waktu rata-rata 2 jam perhari,berarti kita menghabiskan waktu kira-kira 547,5 hari untuk berdakwah. Artinya, kita hanya menghabiskan waktu 1,5 tahun saja untuk berdakwah.
Aku semakin larut saja dalam kata-katanya. Emosiku tak tertahan. Namun, si Fulan kawanku terus saja ‘berceloteh’. Ia lalu mengajakku untuk merenungkan kembali firman Allah SWT (yang artinya) : ‘Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepada-Ku’ (QS adz-Dzariat [51] : 56). Ia kemudian bertutur lagi :
Saat merenungkan kembali ayat itu, hatiku menangis. Betapa tidak, Allah menciptakan hidupku dan memberiku usia sekian puluh tahun sesungguhnya agar aku gunakan untuk beribadah kepada-Nya. Namun kenyataannya, hidupku habis untuk tidur dan bekerja mencari dunia, juga melakukan hal yang sia-sia. Sebaliknya, hanya sebagian kecil usiaku aku habiskan untuk ibadah dan dakwah.
Saya menyela, “Bekerja kan termasuk ibadah juga.’ Namun, segera ia mengajukan pertanyaan retoris kepada saya:
Baik. Sekarang bagaimana jika semua itu ternyata tidak bernilai di sisi Allah?
Bagaimana jika amal-amal kita ternyata tidak diterima oleh Allah?
Bagaimana jika sholat kita yang jarang sekali khusyuk itu ditolak oleh Allah?
Bagaimana pula jika dakwah kita pun – yang mungkin kadang bercampur dengan riya dan tak jarang minimalis – tak dipandang oleh Allah?
Betul. Kita tidak boleh pesimis. Kita harus penuh harap kepada Allah, semoga semua amal-amal kita Dia terima. Namun, kitapun sepantasnya khawatir jika semua amal yang selama ini kita anggap amal shalih dan bernilai pahala, ternyata sebagian besarnya tidak bernilai apa-apa di sisi Allah. Na’udzubillah. Kita memang tidak berharap seperti itu.
Di sisi lain, setiap hari, puluhan kali kita bermaksiat. Kalikan saja, misalkan, dengan 23 tahun usia kita (38 tahun dikurangi masa kanak-kanak pra baligh).
Tak terasa, saya pun mencucurkan air mata, tak kuasa menahan tangis, seraya bergumam, “Ya Allah, setiap detik karunia dan nikmatMu turun kepadaku. Namun, setiap detik pula dosa dan kesalahanku naik kepada-Mu.”
Saya lantas berdoa dengan doa Nabi Adam as. : Robbana dzolamna anfusana wa illam taghfirlana watarhamna lanakunanna minal khasirin. : Ya Allah Tuhan kami. Selama ini kami hanya menzalimi dan menganiaya diri kami sendiri, jika saja Engkau tidak mengampuni dosa-dosa kami dan mengasihi kami, tentu kami termasuk orang-orang yang merugi.
Toko Online terpercaya, berdiri semenjak tahun 2006 yang terletak di Kota Palembang, berawal dari menjadi agen tunggal produk Javan bed canopy wilayah Sumbagsel hingga saat ini Je shop menjual berbagai macam kebutuhan baik barang baru dan barang second.
Tampilkan postingan dengan label kematian yang husnul khatimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kematian yang husnul khatimah. Tampilkan semua postingan
23/02/13
30/11/10
Kematian yang Husnul Khatimah
Husnul khatimah ,kematian yang husnul khatimah artinya berakhirnya perjalanan kehidupan manusia di dunia dengan kesudahan yang baik,
dan sebaliknya su’ul khatimah yaitu berakhirnya kehidupan manusia dengan akhir yang buruk.
Oleh itu, manusia hendaklah selalu berusaha mendapatkan husnul khatimah.
firman Allah SWT berikut ini: ”Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu didalam benteng yang tinggi lagi kokoh…..” (QS. An Nissa {4]: 78)
”Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”. (QS Ali Imran [3] : 185)
Berikut tanda husnul khatimah :
firman Allah SWT berikut ini: ”Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu didalam benteng yang tinggi lagi kokoh…..” (QS. An Nissa {4]: 78)
”Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”. (QS Ali Imran [3] : 185)
Berikut tanda husnul khatimah :
- Orang yang selalu berzikir, mengingat Allah dalam segala keadaan, akan menjadi orang yang tenang, sesuai dengan firman-Nya: ”(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram (QS Ar Ra’d [13] : 28) dan bagi hamba yang berjiwa tenang (karena senantiasa berzikir mengingat Allah) maka perhatikan firman Allah SWT berikut ini: ”Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.” (QS. Al Fajr [89] : 27-28)
- Dari Mu’adz, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa akhir ucapannya di dunia ini adalah Laa Ilaha Ilallah, dia masuk surga.” (HR. Abu Dawud, dan al-Hakim)
- Dari Abdullah ibn ‘Amr, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada seorang muslimpun yang meninggal pada hari jum’at atau malam jum’at melainkan dia akan dibebaskan dari siksa kubur.” (HR. Tarmidzi)
- Pujian baik oleh sekumpulan kaum muslimin atasnya, berdasarkan hadits Anas, dia berkata, (Para sahabat) pernah melewati sebuah jenazah, kemudian mereka memuji kebaikan atasnya. Maka Nabi SAW bersabda: “Wajib.” Kemudian mereka melewati sebuah jenazah yang lain, lalu mereka mengutarakan keburukannya. Maka Nabi SAW bersabda: “Wajib.” Maka Umar berkata: “Apa yang wajib?” Beliau SAW bersabda:
“Yang ini kalian menyebut baik atasnya, maka wajib baginya surga, sementara yang itu kalian menyebut buruk atasnya maka wajib baginya neraka, kalian adalah saksi Allah di bumi-Nya.” (HR. Bukhari Muslim).
tanda lain dari husnul khatimah adalah mati di saat menjalankan ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya, seperti meninggal dalam keadaan shalat, atau puasa, atau haji, umrah atau dalam keadaan berjihad di jalan Allah atau dalam dakwah kepada Allah. Dan barangsiapa dikehendaki baik oleh Allah, Dia akan memberinya taufik untuk beramal shalih kemudian mencabut nyawanya
wallahualam bishawab
semoga tulisan ringkas ini bisa mengingatkan kita akan kematian yang Khusnul Khotimah..
Amin Ya Robbal Alamiin.
Langganan:
Postingan (Atom)