23/02/13

Berapa sisa umur mu ?

Assalamuallaikum warohmatullahi wabarokatuh...
sekedar berbagi untuk perenungan semoga bermanfaat..

Beberapa hari lagi, kawan saya si Fulan genap berusia 38 tahun. Itu berarti jatah hidupnya telah berkurang lagi setahun dibandingkan tahun lalu. Ia lalu mengajak saya untuk merenung. Ia kemudian berandai-andai sebagai berikut :

Andai jatah hidup kita di dunia ini 60 tahun, dengan usia kita saat ini 38 tahun, berarti sisa hidup kita tinggal 22 tahun lagi. Andai jatah hidup kita di dunia ini 50 tahun, berarti sisa hidup kita tinggal 12 tahun lagi. Andai jatah hidup kita di dunia ini 40 tahun, berarti sisa hidup kita di dunia ini tinggal 2 tahun lagi. Bagaimana jika jatah umur kita sudah habis dan besok atau lusa malaikat izrail mencabut nyawa kita?
Duh! Betapa singkatnya hidup 38 tahun. Jika demikian, betapa tidak akan terasa menjalani sisa hidup yang lebih pendek lagi; 22 tahun, 12 tahun, 2 tahun, atau malah cuma dua hari lagi.


Mendengar ‘ocehan’-nya, saya mulai tersentak. Diam-diam, saya pun merenungkan kata katanya. Ia lalu melanjutkan:

Andai selama 38 tahun itu kita tidur selama delapan jam perhari, berarti sepertiga hidup kita hanya dipakai hanya untuk tidur, yakni sekitar 12, 7 tahun. Andai sisa waktu kita perhari tinggal 16 jam itu kita pakai 4 jam untuk nonton teve, ngobrol ngalor-ngidul, santai,dan melakukan hal-hal yang tak berguna, berarti sisa hidup kita perhari tinggal 12 jam, sebab, yang 12 jamnya dipakai untuk tidur dan melakukan hal-hal tadi. Dua belas jam berarti setengah hari. Jika ia dikalikan 38 tahun, berarti 19 tahun (separuh umur kita) hanya dipakai untuk tidur dan melakukan hal-hal yang tak berguna.

Saya makin termenung. Diam-diam saya makin hanyut dalam kontempilasinya. Ia pun bertutur lagi:

Dalam 38 tahun itu ,kita, misalkan, baru mulai bekerja efektif pada usia 25 tahun. Berarti kita sudah bekerja sudah 13 tahun. Jika rata-rata kita bekerja 8 jam perhari, berarti kita sudah menghabiskan waktu kita untuk bekerja 1/3 x 13 tahun = 3,9 tahun. Artinya, dari 38 tahun itu kita menghabiskan total kira-kira 22,9 tahun hanya untuk tidur dan bekerja mencari dunia : termasuk nonton teve, , ngobrol ngalor-ngidul, santai,dan munkin melakukan hal-hal yang tak berguna.

Mari kita bandingkan dengan aktivitas ibadah kita, juga dakwah kita. Andai shalat kita yang lima waktu, ditambah shalat-shalat sunnah,memakan waktu total hanya 1,5 jam perhari. Berarti kita hanya menghabiskan 547 jam pertahun untuk shalat. Itu berarti hanya sekitar 23 hari pertahun. Andai kita baru benar-benar melakukan shalat pada usia 15 tahun (saat mulai baligh). Berarti kta baru menghabiskan waktu 414 hari (=23x18[38-15 ])untuk shalat. Artinya selama 38 tahun, kita menunaikan shalat hanya 1 tahun 49 hari!

Bagaimana dengan akivitas dakwah kita? Andai dakwah kita baru kita mulai pada usia 20 tahun dan hanya memakan waktu rata-rata 2 jam perhari,berarti kita menghabiskan waktu kira-kira 547,5 hari untuk berdakwah. Artinya, kita hanya menghabiskan waktu 1,5 tahun saja untuk berdakwah.

Aku semakin larut saja dalam kata-katanya. Emosiku tak tertahan. Namun, si Fulan kawanku terus saja ‘berceloteh’. Ia lalu mengajakku untuk merenungkan kembali firman Allah SWT (yang artinya) : ‘Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepada-Ku’ (QS adz-Dzariat [51] : 56). Ia kemudian bertutur lagi :

Saat merenungkan kembali ayat itu, hatiku menangis. Betapa tidak, Allah menciptakan hidupku dan memberiku usia sekian puluh tahun sesungguhnya agar aku gunakan untuk beribadah kepada-Nya. Namun kenyataannya, hidupku habis untuk tidur dan bekerja mencari dunia, juga melakukan hal yang sia-sia. Sebaliknya, hanya sebagian kecil usiaku aku habiskan untuk ibadah dan dakwah.

Saya menyela, “Bekerja kan termasuk ibadah juga.’ Namun, segera ia mengajukan pertanyaan retoris kepada saya:


Baik. Sekarang bagaimana jika semua itu ternyata tidak bernilai di sisi Allah?
Bagaimana jika amal-amal kita ternyata tidak diterima oleh Allah?
Bagaimana jika sholat kita yang jarang sekali khusyuk itu ditolak oleh Allah?
Bagaimana pula jika dakwah kita pun – yang mungkin kadang bercampur dengan riya dan tak jarang minimalis – tak dipandang oleh Allah?

Betul. Kita tidak boleh pesimis. Kita harus penuh harap kepada Allah, semoga semua amal-amal kita Dia terima. Namun, kitapun sepantasnya khawatir jika semua amal yang selama ini kita anggap amal shalih dan bernilai pahala, ternyata sebagian besarnya tidak bernilai apa-apa di sisi Allah. Na’udzubillah. Kita memang tidak berharap seperti itu.

Di sisi lain, setiap hari, puluhan kali kita bermaksiat. Kalikan saja, misalkan, dengan 23 tahun usia kita (38 tahun dikurangi masa kanak-kanak pra baligh).

Tak terasa, saya pun mencucurkan air mata, tak kuasa menahan tangis, seraya bergumam, “Ya Allah, setiap detik karunia dan nikmatMu turun kepadaku. Namun, setiap detik pula dosa dan kesalahanku naik kepada-Mu.”

Saya lantas berdoa dengan doa Nabi Adam as. : Robbana dzolamna anfusana wa illam taghfirlana watarhamna lanakunanna minal khasirin. : Ya Allah Tuhan kami. Selama ini kami hanya menzalimi dan menganiaya diri kami sendiri, jika saja Engkau tidak mengampuni dosa-dosa kami dan mengasihi kami, tentu kami termasuk orang-orang yang merugi.

19/01/11

Ciri orang beriman

Ciri ciri orang yang beriman di dalam Al-Quran

Surah: Al-Mu'minuun (Orang-orang yang Beriman)

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,

2. (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya,

3. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,

4. dan orang-orang yang menunaikan zakat,

5. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,

6. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki ; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa.

7. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

8. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.

9. dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.




12/01/11

Hikmah Cinta

Bismillahirrohmannirrohim,
Sahabat...
Kita tentunya pernah mengalami jatuh cinta yg pertama kali (first love), indah nian jika kita ingat saat2 itu... tiap hari bahkan tiap saat.. wajahnya slalu terbayang, namanya begitu melekat di telinga bahkan di hati kita. Dunia terasa indah dengannya, kita pun sedih jika berpisah dengannya, hacur hati ini jika harus kehilangan dirinya.

Ketika namanya disebut maka BERGETAR-lah hati kita, Jika akan bertemu dengannya.. kita gelisah, bersiap2 sebaik mungkin, gonta-ganti baju, bolak-balik berkaca, berdebar-debar jantung ini sampai akhirnya bertemu dengannya dengan perasaan bahagia.

Mengapa hal ini bisa terjadi ? Tiada lain karena sang kekasih telah mendapat tempat yg sangat istimewa di hati kita. Sang kekasih telah MASUK KE DALAM HATI KITA.

Salah satu ciri dari orang beriman adalah BERGETAR hatinya ketika Asma Allah SWT yaitu Adzan dikumandangkan, ketika ayat2 suci dibacakan... maka BERTAMBAH-lah keyakinan orang beriman yg mendengarkannya.

Mengapa hal ini bisa terjadi ? Tiada lain karena Allah SWT telah mendapat tempat yg sangat istimewa di hatinya. Sang Kekasih telah MASUK KE DALAM HATI orang yg beriman.

Hati orang yg beriman hanya berisi Allah SWT dan RasulNya, shg setiap saat dia selalu ingat padaNya.. kecintaannya hanya pada Allah dan RasulNya. Dunia tdk diperkenankan masuk ke dalam hatinya, oleh karena itu ada salah satu do'a Rasulullah SAW : " Ya Allah jangan Kau masukkan dunia ini ke dalam hatiku... namun jangan Kau lepaskan dunia ini dari genggamanku "

Ibarat berenang... jgn sampai AIR MASUK ke dalam mulut/perut nanti kalo terlalu byk air masuk ke mulut & perut...kita bisa TENGGELAM & BINASA.

Begitupun kita menyikapi dunia ini, kita butuh dunia ini tp jangan sampai dunia ini MASUK KE DALAM HATI, nanti kita bisa TENGGELAM & BINASA.

Rasulullah SAW memberika nasihat kepada kita ummatnya agar hati kita hanya berisi Allah Swt & RasulNya yaitu dengan cara banyak2 mengingat MATI spy kita tdk menjadi PECINTA DUNIA dan menempatkan AKHIRAT sebagai TUJUAN, bukan dunia yang fana ini sebagai tujuannya.

Coba kita periksa hati kita.......
BERGETARKAH hati kita, ketika mendengar Adzan dikumandangkan?
Atau kita cuek2 aja ngedenger Adzan? Padahal hakekatnya Adzan adalah Allah SWT MEMANGGIL kita semua hambaNya untuk BERTEMU denganNya dalam shalat.

Ringankah langkah kita untuk segera menghentikan kegiatan kita sejenak, lantas berwudhu dengan sempurna dan shalat berjamaah di Masjid seperti yg dicontohkan oleh Rasulullah SAW?

Kalo Bos/Investor/Pejabat manggil kita, maka kita SEGERA menghadap, panas, hujan, macet tdk menjadi halangan krn ini adalah PANGGILAN YG PENTING

Jika Allah SWT yg MENCIPTAKAN kita, MENGHIDUPKAN, MEMATIKAN dan MENGHIDUPKAN kita kembali, PENGUASA ALAM, RAJA DI RAJA, yg senantiasa MEMELIHARA dan MEMBERI tanpa henti, MEMANGGIL kita lewat ADZAN, apakah kita SEGERA menghadap dgn menunaikan SHALAT?

Padahal tidak ada PANGGILAN YG LEBIH PENTING selain daripada PANGGILAN SHALAT

Wallahu a'lam bisshowab

Kehidupan ibarat buku





Kehidupan ini saya ibaratkan sebuah buku...

Dimana cover depannya adalah sebuah kelahiran
dan cover belakangnya adalah saat kematian/ajal
diantaranya ada lembar halaman-halaman putih bersih

saya ibaratkan hari-hari kehidupan kita.
yang siap kita tulis apapun itu,terserah kita..kan itu buku milik kita sendiri..hehee

Buku kehidupan ini ada yang tebal ada yang tipis.
Nah bedanya kita tidak tahu tebal atau tipiskah buku kehidupan kita..?
cuma berusahalah jika suatu saat cover belakang menutup ada halaman kata-kata penutup yang baik.

kembali kepada diri masing2 sahabat...silahkan menggoreskan dalam lembaran kehidupanmu.

*semoga catatan tak penting ini bisa membawa kebaikan semua.
sallam ukhuwah

Jujur Saja


Jujur saja...
bila di tafakuri kita ini tidak ada apa apa nya
Kita hanya manusia berlumur dosa yang menutupi aib aib nya
Kita hanya orang bodoh yang sedikit ilmunya
Kita tak mempunyai apa apa kecuali titipan dari-Nya
Kita sebenarnya tersesat kecuali Allah SWT yang menuntun kita
Astagfirullah..

Bila kita sadari hal ini, pujian akan membuat malu kita
Sesungguhnya pujian harus dikaitkan dengan Allah semata,
Jikala demikian cacianpun tak akan melukai hati kita.

Baiknya apapun yang kita lakukan untuk suka Allah SWT saja
Orang mau menyukai ataupun tidak tak jadi masalah,
Yang terpenting atas seluruh perbuatan mencari Ridho Allah jua,
Sesungguhnya pujian atau hinaan hanya sebatas kulit saja...setipis kulit.

Karena pujian janganlah sampai menjadi buta
Cinta pujian dan takut dicaci merupakan ciri cinta dunia
Kalau kita terjebak dengan menikmati pujian dunia
Maka kita akan masuk dalam perangkap ujub pula


*syair kejujuran dari hati yang terkadang meninggi

27/12/10

Terjemahan Surah Yasin

Bismillahirrohmanirrohim
36:1. Yaa Siin

36:2. Demi Al Qur'an yang penuh hikmah,

36:3. sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul,

36:4.
(yang berada) di atas jalan yang lurus,

36:5. (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

36:6. agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum            pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai,

36:7. Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap                        kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman,

36:8. Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan                  mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah,

36:9. Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding              (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat,

36:10. Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka                    ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan              beriman,

36:11. Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau            mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah,                    walaupun dia tidak melihat-Nya. 

           Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.

36:12. Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa            yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. 


           Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata                                (Lohmahfuz).

36:13. Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri                  ketika utusan-utusan datang kepada mereka;

36:14. (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka                 mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga,             maka ketiga utusan itu berkata: 
           "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu".

36:15. Mereka menjawab: 
          "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah            tidak menurunkan sesuatu pun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka".

36:16. Mereka berkata: 
          "Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus              kepada kamu".

36:17. Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah)                      dengan jelas".

36:18. Mereka menjawab: 
           "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu                 tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu               pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami".
36:19. Utusan-utusan itu berkata: 
           "Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi                peringatan (kamu mengancam kami)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang                  melampaui batas"

36:20. Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki (Habib An Najjar) dengan                    bergegas-gegas ia berkata: "Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu,"

36:21. ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-              orang yang mendapat petunjuk.

36:22. Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang                hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan?

36:23. Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya, jika (Allah) Yang Maha            Pemurah menghendaki kemudaratan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak            memberi manfaat sedikit pun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat                      menyelamatkanku?

36:24. Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata.

36:25. Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah                        (pengakuan keimanan) ku.

36:26. Dikatakan (kepadanya): 
"Masuklah ke surga". 
           Ia berkata: "Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui,

36:27. apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan                aku termasuk orang-orang yang dimuliakan".

36:28. Dan kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu               pasukan pun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya.

36:29. Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; maka tiba-            tiba mereka semuanya mati.

36:30. Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang                      seorang rasul pun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-                    olokkannya.

36:31. Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka                yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah Kami                        binasakan) itu tiada kembali kepada mereka.

36:32. Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami.

36:33. Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang             mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan daripadanya biji-bijian,                   maka daripadanya mereka makan.

36:34. Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami                            pancarkan padanya beberapa mata air,

36:35. supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?

36:36. Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik              dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa                yang tidak mereka ketahui.

36:37. Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam;                  Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka                    berada dalam kegelapan,

36:38. dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang                Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

36:39. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia              sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang            tua.

36:40. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak                    dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.


36:41. Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami            angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan,

36:42. dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera              itu.

36:43. Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka, maka                        tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.

36:44. Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan                  untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika.

36:45. Dan apabila dikatakan kepada mereka: 
           Takutlah kamu akan siksa yang di hadapanmu dan siksa yang akan datang                    supaya kamu mendapat rahmat", (niscaya mereka berpaling).

36:46. Dan sekali-kali tiada datang kepada mereka suatu tanda dari tanda-tanda                    kekuasaan Tuhan mereka, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya.

36:47. Dan apabila dikatakan kepada mereka: 
          "Nafkahkanlah sebahagian dari rezeki yang diberikan Allah kepadamu", 

           maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman:              "Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah                      menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan, tiadalah kamu melainkan             dalam kesesatan yang nyata".
36:48. Dan mereka berkata: 
          "Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang              yang benar?"

36:49. Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yang akan membinasakan            mereka ketika mereka sedang bertengkar.

36:50. Lalu mereka tidak kuasa membuat suatu wasiat pun dan tidak (pula) dapat                  kembali kepada keluarganya.

36:51. Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari                kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.


36:52. Mereka berkata: "Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami                dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha                Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya).

36:53. Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, maka tiba-tiba mereka                semua dikumpulkan kepada Kami.

36:54. Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikit pun dan kamu tidak             dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.

36:55. Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan           (mereka).

36:56. Mereka dan istri-istri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di              atas dipan-dipan.

36:57. Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang                    mereka minta.

36:58. (Kepada mereka dikatakan): 

          "Salam", sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.

36:59. Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir): 

           Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, hai orang-orang                yang berbuat jahat.

36:60. Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu                   tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata                  bagi kamu",

36:61. dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.

36:62. Sesungguhnya setan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu. Maka           apakah kamu tidak memikirkan?

36:63. Inilah Jahanam yang dahulu kamu diancam (dengannya).

36:64. Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya.

36:65. Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan               mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu                    mereka usahakan.

36:66. Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata                      mereka; lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. 

           Maka betapakah mereka dapat melihat (nya).

36:67. Dan jika Kami menghendaki pastilah Kami rubah mereka di tempat mereka                  berada; maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup                  kembali.

36:68. Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia            kepada kejadian (nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?

36:69. Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu                  tidaklah layak baginya. 

          Al Qur'an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan,

36:70. supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup             (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir.

36:71. Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah                              menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebahagian dari apa yang                  telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka                                menguasainya?

36:72. Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka, maka sebagiannya                menjadi tunggangan mereka dan sebagiannya mereka makan.

36:73. Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman. 

           Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?

36:74. Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah agar mereka mendapat                pertolongan.

36:75. Berhala-berhala itu tiada dapat menolong mereka; padahal berhala-berhala itu            menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka.

36:76. Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu. Sesungguhnya Kami                     mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.

36:77. Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari              setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!

36:78. Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya;              ia berkata: 

         "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?"
36:79. Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang                pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk,

36:80. yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, 

           maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu."

36:81. Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa                              menciptakan kembali jasad-jasad mereka yang sudah hancur itu? 

           Benar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.

36:82. Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata            kepadanya: Jadilah!" maka terjadilah ia.

36:83. Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan              kepada-Nya lah kamu dikembalikan.


*Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya,
semoga artikel terjemahan Surah yasin ini bisa kita resapi, betapa buruknya kita dengan tidak ada rasa Syukur terhadap Allah SWT.

25/12/10

Larangan Melaknat dan Mencaci

Bismillahirrahmanirrahim


1. Rasulullah saw. Bersabda : "Sesungguhnya bila seseorang itu melaknatsesuatu, naiklah laknatnya itu ke langit, namun pintu langit tertutup darinya. Ia pun kembali turun ke bumi, namun pintu bumi juga tertutup darinya. Kemudian ia mencari jalan ke kanan dan ke kiri. Bila ia tidak mendapatkan jalan keluar, maka ia menuju ke orang yang dilaknat itu, jika memang ia pantas untuk dilaknat. Jika tidak, maka ia akan kembali kepada orang yang mengucapkannya." (HR Abu Dawud)

2. Dari Ibnu Abbas, ia berkata : “Sesungguhnya seseorang telah melaknat angin” Dan Muslim berkata : “Sesungguhnya angin telah menghempaskan pakaian seseorang pada zaman Nabi saw, kemudian orang itu melaknatnya”. Kemudian Nabi saw. Bersabda : “Janganlah engkau melaknat angin itu, sesungguhnya angin itu diperintah. Sesungguhnya barang siapa melaknat sesuatu yang pada sesuatu itu tidak seperti yang dilaknatkan, kembalilah laknat itu kepada yang melaknat” (HR. Abu Daud)

3. Dari Abu Hurairah, ia berkata : Dimintakan kepada Rasulullah saw : “Ya Rasulullah, doakanlah celaka atas orang-orang musyrik !” Beliau bersabda : “Sesungguhnya aku tidak diutus sebagai tukang laknat, tetapi aku diutus sebagai rahmat”. (HR.Muslim)

4. Rasulullah Saw bersabda : "Tidap patut bagi orang yang suka kebenaran itu suka melaknat". (HR.Muslim)

5. Rasulullah Saw bersabda : "Mencela seorang muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekafiran." (HR Bukhari dan Muslim)

6. Rasulullah saw. bersabda : "Orang-orang yang suka melaknat / mengutuk tidak akan menjadi pemberi syafaat atau saksi pada hari kiamat kelak." Juga, "Tidaklah pantas orang yang jujur menjadi seorang yang banyak melaknat." (HR Muslim)

7. Rasulullah saw. bersabda :"Seorang mukmin itu bukanlah yang banyak mencela, banyak melaknat, buruk akhlaknya dan orang yang suka mengucapkan kata-kata kotor." (HR Imam Ahmad).

8. Rasulullah Saw bersabda : Barang siapa yang beriman kepada Allah Swt dan hari akhir, hendaklah berkata yang baik atau diam. (HR.Muslim).

Wallahu a'lam bisshowab


*Hasan Islam